Cek, Mau Mulai Bisnis? Yuk Pelajari Tahapannya Disini!

Posted on

Jika sobat ingin mencari artikel tentang Mau Mulai Bisnis? Yuk Pelajari Tahapannya disini tempatnya. Baca artikel tentang Mau Mulai Bisnis? Yuk Pelajari Tahapannya.

8+ Contoh Bisnis Digital yang Meraup Keuntungan

makaryo.net Tidak ada kata terlambat untuk memulai bisnis. Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar bisnis berjalan lancar. Head Coach Tom MC Ifle menjelaskan bahwa banyak strategi dan proses yang perlu diterapkan dan diselesaikan oleh calon wirausahawan. Hal itu ia ungkapkan agar pengusaha bisa memahami postingan tersebut. Misalnya, tingkat pertama adalah pembelajar.

“Pertama-tama, jika Anda ingin memulai bisnis, Anda harus mau menjadi pembelajar. Tidak ada pengusaha sukses yang berhenti belajar,” ujarnya dalam acara detikcom Business Idea Festival yang diselenggarakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Jumat 23/10/2020.

Ia mengungkapkan, penting juga bagi pebisnis untuk rajin menginvestigasi model bisnis yang sedang berkembang. Selain sering mendengarkan instruksi bisnis. Ia mengatakan, jika mereka menyelesaikan jenjang pendidikannya, mereka bisa melanjutkan ke jenjang penjualan.

“Bisa punya bisnis besar, tapi tidak bisa dagang, buat apa? Misal ada merk PC Compact, mengalahkan IBM mengalahkan Apple, tapi mati karena gagal jual.” dia berkata. Menjelaskan. Sebelum Anda mulai berbelanja, penting untuk mempertimbangkan produk yang akan dijual dan berapa tingkat produksinya.

Selain itu, Anda juga akan memahami tuntutan pasar. “Menjual apa yang Anda gunakan dapat memudahkan Anda untuk mengetahui apa yang Anda inginkan dan kualitas yang dapat Anda harapkan,” jelasnya.

Setelah Anda lulus sebagai penjual, Anda bisa melanjutkan menjadi produser. Produsen seringkali memiliki strategi untuk mengetahui apa yang diinginkan konsumen.

Padahal, produsen tidak fokus pada penjualan. Tetapi fokusnya adalah menciptakan produk dengan kualitas yang sama tetapi dengan harga yang lebih rendah. “Banyak produsen yang tidak paham bisnisnya tapi sudah berproduksi, jadi selesai,” jelasnya. Saat Anda membuat produk, Anda harus berpikir untuk membangun kepercayaan pelanggan dengan menciptakan merek.

“Dulu, Apple menjual produk komputer yang belum selesai, tapi sekarang orang bersaing untuk menjadi perwakilan merek Apple, lalu Nike, di mana semua orang ingat bahwa Nike adalah olahragawan dengan merek olahraga revolusioner yang kuat di hati”, katanya.


Post Views:
1